Sekali Lagi tentang Instalasi Ubuntu

Artikel kali ini saya ingin menuliskan lagi tentang partisi Linux, khususnya Ubuntu dan turunannya. Pernah saya menuliskan pembagian partisi saat masih awal mengenal Ubuntu, saya baca lagi ternyata beberapa bagian sekarang ini saya anggap tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman :P. Untuk itu saya ingin menambah beberapa poin sebagai pelengkap artikel tersebut.

1. Jumlah Partisi
Saya masih setia menggunakan 3 partisi untuk Ubuntu. Mungkin karena saya merasa sudah cukup dan tidak memerlukan partisi tambahan untuk instalasi default.

2. Alokasi Partisi

  • / [root] ~ 15 GB, tidak mengikat
  • /swap ~ rumus: swap = 2x RAM, tidak mengikat.
  • /home ~ [data] sebesar-besarnya.

Sebenarnya tergantung distro yang digunakan. Untuk Sabily 11.10 Ultimate dengan 10 GB hanya tersisa < 1 GB, berbeda dengan Xubuntu 8 GB pun sudah cukup. Maka perkirakan dengan cermat berapa GB yang ingin dialokasikan untuk direktori / [root].

Untuk swap, rumus di atas hanya berlaku untuk RAM < 2 GB. Jika RAM sudah terpasang 2 GB, tidak ada masalah jika alokasi swap hanya 1 atau 2 GB (pendapat pribadi).

Direktori /home saya berikan 11 GB, karena hanya itulah yang tersisa di harddisk saya :P.

2. Format Partisi
Menggunakan format terbaru, sampai tulisan ini dibuat menggunakan EXT4. Saya pernah menggunakan BRTFS namun tidak berjalan mulus.

3. Jenis Partisi
Saya kurang memperhatikan jenis partisi saat instalasi, terkadang asal pilih saja (jangan ditiru). Biasanya saat instalasi saya memilih partisi Primary, jika sudah penuh secara default akan dialihkan ke partisi Extended.

Hanya sampai di sini yang bisa saya tambahkan, semoga bermanfaat.